Jumat, 08 Januari 2016

Tanda hitam di Dahi Bekas Sujud

Assalamu’alaikum wr. wb
Redaksi Bahtsul Masail NU Online yang terhormat, saya mau menanyakan tentang tanda hitam di jidat. Ada yang bilang kepada saya bahwa tanda di jidat itu menunjukkan kesalehannya. Akibatnya banyak kita jumpai orang-orang dengan sengaja menciptakan tanda hitam di jidatnya dengan cara ketika bersujud menekan jidatnya kuat-kuat sehingga menimbulkan luka yang pada akhirnya muncul tanda hitam di jidatnya. Apakah tindakan seperti dapat dibenarkan? Saya Mohon penjelasan dari Redaksi Bahtsul Masail NU Online, dan atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum wr. wb (Muhammad Yasin/Banjarmasin).

Jawaban
Assalamu’alaikum wr. wb
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Biasanya orang yang memiliki tanda hitam di jidat itu sering diasumsikan sebagai orang yang rajin shalat sehingga dianggap sebagai perlambang kesalehan seorang muslim.

Namun sepanjang yang kami ketahui, ukuran kesalehan seorang muslim tidaklah ditunjukkan dengan adanya tanda hitam di jidat. Kesalehan selalu mengandaikan prilaku, akhlak, dan moralitas yang luhur. Kendati demikian kami tidak menafikan bahwa ada sebagian orang saleh memiliki tanda hitam di jidatnya tetapi bukan tanda yang dibuat dengan sengaja tetapi lebih karena seringnya bersujud.

Tanda hitam di jidat dalam keterangan yang kami ketahui diserupakan dengan tsafinatul ba’ir sebagaimana yang terdapat dalam hadits Abi Darda` RA yang terdapat dalam kitab an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar karya Ibnul Atsir.
أَنَّهُ رَأَى رَجُلاً بَيْنَ عَيْنَيْهِ مِثْلَ ثَفِنَةِ الْبَعِيرِ فَقَالَ : لَوْ لَمْ يَكُنْ هَذَا كَانَ خَيْراً يَعْنِي كَانَ عَلَى جَبْهَتِهِ أَثَرُ السُّجُودِ وَإِنَّمَا كَرِهَهَا خَوْفاً مِنَ الرِّيَاءِ عَلَيْهِ.

Bahwa beliau melihat seorang laki-laki yang di antara kedua matanya terdapat tanda seperti tsafinatul ba’ir. Lantas beliau berkata, “Seandainya tidak ada ini maka ia lebih baik.” Maksudnya adalah di keningnya ada bekas sujud. Beliau tidak menyukainya karena khawatir hal tersebut menimbulkan riya. (Lihat Ibnul Atsir, an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar, Beirut al-Maktabah al-‘Ashriyyah, cet ke-1, 1426 H/2005 M, juz, I, h. 200).

Lantas apa makna tsafinatul ba’ir? Sebelum menjelaskan maknanya terlebih dahulu kami akan menyuguhkan penjelasan Ibnul Atsir tentang makna dari kata tsafinah. Menurutnya makna kata tsafinah adalah bagian tubuh yang menempel tanah dari setiap hewan berkaki empat ketika menderum seperti lutut dan selainnya dan terdapat ketebalan sebagai bekas menderum.

اَلثَّفِنَةُ بِكَسْرِ الْفَاءِ مَا وَلِيَ الأَرْضَ مِنْ كُلِّ ذَاتِ اَرْبَعٍ إِذَا بَرَكَتْ كَالرُّكْبَتَيْنِ وَغَيْرِهِمَا وَيَحْصُلُ فِيهِ غِلَطٌ مِنْ أَثَرِ الْبُرُوكِ

At-Tsafinah dengan di-kasrah huruf fa’-nya adalah bagian tubuh yang menempel tanah dari hewan berkaki empat ketika menderum seperti kedua lutut dan selainnya dan terdapat padanya ketebalan dari bekas menderum”. (Lihat, Ibnul Atsir, an-Nihayah fi Gharibil Hadits wal Atsar, Beirut al-Maktabah al-‘Ashriyyah, cet ke-1, 1426 H/2005 M, juz, I, h. 200).
Dengan mengacu pada penjelasan Ibnul Atsir, dapat disimpulkan bahwa makna kata tsafinatul ba’ir adalah bagian tubuh unta yang menempel tanah ketika menderum dan menjadi tebal sebagai akibat menderumnya.

Di samping itu mengenai tanda hitam di jidat sebagai bekas sujud yan terdapat dalam hadits riwayat Abi Darda` RA di atas ternyata tidak disukai karena dikhawatirkan akan menimbulkan riya pada pemiliknya. Dengan kata lain, jika dalam hatinya ada riya maka tidak diperbolehkan atau haram, karenanya harus dihilangkan.Senada dengan hadits riwayat Abi Darda` ra adalah hadits riwayat Anas bin Malik RA yang menyatakan bahwa Rasulullah saw tidak menyukai seseorang yang memiliki tanda di antara kedua matanya sebagai bekas sujud.

عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : إِنِّي لَأَبْغَضُ الرَّجُلَ وَأْكْرَهُهُ إِذَا رَأَيْتُ بَيْنَ عَيْنِيهِ أَثَرُ السُّجُودِ

Dari Anas bin Malik ra dari Nabi saw bersabda, “Sungguh aku marah dan tidak menyukai seorang laki-laki yang ketika aku melihatnya terdapat bekas sujud di antara kedua matanya.” (Lihat, Muhammad al-Khathib asy-Syarbini, Tafsir as-Sirajul Munir, Beirut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, juz, IV, h. 31).

Sedangkan mengenai orang yang secara sengaja membuat tanda hitam di jidat, misalnya ketika ia melakukan sholat bersujud dengan menekan jidat dan menggesekkannya di tempat sujud sehingga menimbulkan tanda hitam di jidat maka jelas tidak dibenarkan. Bahkan al-Biqa`i mengakui adanya sebagian orang-orang yang riya yang dengan sengaja membuat tanda hitam di jidat dari bekas sujud mereka. Padahal itu adalah salah satu identitas orang Khawarij.

وَلَا يُظَنُّ أَنَّ مِنَ السِّيمَا مَا يَصْنَعُهُ بَعْضُ الْمُرَائِينَ مِنْ أَثَرِ هَيْئَةِ السُّجُودِ فِي جَبْهَتِهِ فَإِذًا ذَلِكَ مِنْ سِيمَا الْخَوَارِجِ

“Tak disangka bahwa termasuk tanda bekas sujud adalah tanda bekas sujud di jidat yang sengaja dibuat oleh sebagian orang-orang yang riya. Jika demikian maka itu adalah termasuk identitas atau tanda orang Khawarij”. (Lihat, Burhanuddin Ibrahim bin Umar al-Biqa`i, Nazhmud Durar fi Tanasubil Ayat wal Atsar, Beirut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1415 H/1995 M, juz, IIV, h. 216).

Apa yang dikemukakan al-Biqa’i hemat kami sangat menarik. Sebab, pernyataan dia setidaknya menjelaskan kepada kita bahwa salah satu perbuatan yang digandrungi kaum Khawarij adalah membuat tanda hitam di jidat dari bekas sujudnya untuk menunjukkan bahwa mereka adalah ahli ibadah. Perbuatan kaum Khawarij seperti ini tentunya harus kita hindari.



Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu’alaikum wr. wb


Sumber : NU Online



 

Kamis, 24 Desember 2015

Fadilah Surat Al - Iklas

Fadilah Surat Al - Iklas

Kisah ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a.
Pada suatu pagi Rasulullah SAW bersama dengan sahabatnya Anas bin Malik r.a. melihat suatu keanehan. Bagaimana tidak, matahari terlihat begitu redup
dan kurang bercahaya seperti biasanya.

Tak lama kemudian Rasulullah SAW dihampiri oleh Malaikat Jibril.
Lalu Rasulullah SAW bertanya kepada Malaikat Jibril : “Wahai Jibril, kenapa Matahari pagi ini terbit dalam keadaan redup? Padahal tidak mendung?”
“Ya Rasulullah, Matahari ini nampak redup karena terlalu banyak sayap para malaikat yang menghalanginya.” jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : “Wahai Jibril, berapa jumlah Malaikat yang menghalangi matahari saat ini?”
“Ya Rasulullah, 70 ribu Malaikat.” jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa gerangan yang menjadikan Malaikat menutupi Matahari?”
Kemudian Malaikat Jibril menjawab : "Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah SWT telah mengutus 70 ribu Malaikat agar membacakan shalawat kepada salah satu umatmu.”
“Siapakah dia, wahai Jibril?” tanya Rasulullah SAW.
“Dialah Muawiyah…!!!” jawab Malaikat Jibril.
Rasulullah SAW bertanya lagi : “Apa yang telah dilakukan oleh Muawiyah sehingga saat ia meninggal mendapatkan
kemuliaan yang sangat luar biasa ini?”
Malaikat Jibril menjawab : “Ketahuilah wahai Rasulullah, sesungguhnya Muawiyah itu semasa hidupnya banyak membaca surat Al-Ikhlas di waktu malam, siang, pagi, waktu duduk, waktu berjalan, waktu berdiri, bahkan dalam setiap keadaan
selalu membaca Surat Al-Ikhlas.”
Malaikat Jibril melanjutkan
penuturannya : “Dari itulah Allah SWT mengutus sebanyak 70 ribu malaikat untuk membacakan shalawat kepada umatmu yang bernama Muawiyah tersebut.”

SubhanAllah..



MENGENAL SOSOK GUS DUR

Mengenal sosok GUS DUR



Dalam menyikapi beberapa pola pikir, ucapan dan perilaku Gus Dur yang tampak tidak sesuai syariat, maka kita tidak boleh "taqlid buta" mengikutinya dan tetapi juga tidak boleh sembarangan mencaci-makinya.

Bisa jadi beliau melakukan hal tersebut karena memang terjadi kesalahan "menurut kita" atau karena dalam keadaan darurat atau karena kapasitas beliau sebagai Presiden yang harus mempertimbangkan kemaslahatan negara baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Allohu a'lam bisshowwab

Terlepas dari sosoknya yang kontroversial dengan segala pemikiran, ucapan dan perilaku yang seringkali dianggap menyimpang, saya khusnuddzon bahwa Gus Dur adalah orang baik.
Bagaimana tidak? Ini bisa dibuktikan dengan banyaknya orang yang berziarah ke makam beliau bahkan menurut pengelola makam jumlahnya mencapai puluhan ribu per tahun.
Coba fikir, siapa yang mampu menggerakkan hati orang sebanyak itu dari berbagai penjuru negeri dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit agar mau berziarah ke makam Gus Dur? Tidak lain, jawabannya Alloh lah yang Maha Menggerakkan.
Toh seandainya prasangka saya keliru dan ternyata Gus Dur tidak baik, tetap saja saya khusnuddzon bahwa Gus Dur adalah orang baik.
Bagaimana tidak? Seiring banyaknya peziarah yang mendoakan dan memintakan maaf atas dosa-dosa beliau, saya yakin Alloh akan mengampuni karena sesungguhnya Alloh Maha Pengampun.,






TAWAKAL

" Siapa yang bergantung pada harta maka akan miskin, Siapa yang bergantung pada akal maka akan tersesat, Barangsiapa yg bergantung pada pangkat/ jabatan maka akan terhinakan. Dan siapa yang bergantung pada Allah maka tidak akan miskin, hina dan tersesat "

(Sayyidina Ali Bin Abi Tholib RA)


Intropeksi diri

jika kejahatan dibalas dengan kejahatan maka itu " DENDAM ",
jika kebaikan dibalas dengan kebaikan itu adalah " PERKARA BIASA ",
jika kebaikan dibalas dengan kejahatan itu adalah " ZALIM "
tapi jika kejahatan dibalas dengan kebaikan itu adalah perkara " MULIA dan TERPUJI "

#intropeksi_diri


Wanita dan Lelaki harus saling melengkapi

WANITA ITU

WANITA itu bukan PERMEN KARET, yang abis manis terus disimpan di tempat sampah.
WANITA bukan LAYANG-LAYANG. Yang bisa ditarik ulur perasaanya.
WANITA bukan BOLA, yang setelah didekati lalu ditendang.
WANITA bukan KESET, yang kau injak-injak harga dirinya
WANITA bukan BAJU LOAKAN, yang bisa siapapun memegang, lalu dicampakkan.
WANITA bukan PIALA BERGILIR, yang diperebutkan dan jadi pajangan para lelaki.

Tapi...
LELAKI juga bukan MESIN ATM, yang bisa kapanpun kau ambil uangnya. Lalu kau pergi meninggalkannya.
LELAKI juga bukan KAMEN RIDER, yang setiap saat bisa menjaga dan melindungimu
LELAKI juga bukan MR. BEAN, yang setiap saat bisa menghiburmu
LELAKI juga bukan DORAEMON, yang punya kantong ajaib dan pintu ajaib untuk mewujudkan semua keinginanmu
LELAKI juga bukan GADGET, yang dipilih-pilih karena kelengkapan fitur dan merk populernya.
So, hargai wanita atas kodratnya..
Terima lelaki apa adanya.
Karena jika tak ada wanita, lelaki nestapa.
Jika tak ada lelaki, wanita sengsara.

Itulah kenapa Tuhan ciptakan kita berpasangan.
Untuk saling memahami, melengkapi dan menguatkan.

Senin, 14 Desember 2015

Cinta Kepada Nabi Muhammad SAW

Ketika disebutkan nama Rasulullah Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam maka pikiran kita akan tertuju pada sosok manusia sempurna,berakhlak bagus,berwajah tampan(bahkan dalam sebuah hadits disebutkan wajah rasulullah Muhammad memancarkan cahaya yang terang),berhati bersih,bersifat sempurna(fathonah,shiddiq,tabligh,amanah) masih banyak lagi keutamaan beliau yang mungkin tidak bisa disebutkan semua karena begitu besarnya kemulian yang Allah berikan kepada beliau sebagai rasul mulia sebagai habib Allah (kekasih Allah).Keistimewaan yang diberikan Allah pada beliau merupakan bukti bahwa Allah sangat mencintai beliau bahkan nama beliau bersanding dengan nama Allah dalam kalimat syahadat bahkan dalam riwayat hadits ketika nabi Adam alaihi salam memohon ampun ketika dikeluarkan dalam surga, beliau(nabi adam) bertawasul dengan mengucapkan nama Rasulullah Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam padahal beliau (Rasulullah Muhammad) belum diciptakan jasadnya tapi telah diciptakan nur Rasulullah(riwayat hadits Nur Rasulullah Muhammad  ini diriwayatkan dari Jabir ra bahwa yg pertama kali diciptakan Allah di alam semesta ini adalah Cahaya Rasulullah, barulah kemudian dicipta lauhul Mahfudh, Arsy dan alam semesta, hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Tirmidzi dg sanad shahih. (Kasyful Khafaa hadits no.827).Dalam kalimat syahadat sebagaimana bunyinya “Asyhadu An-Laa Ilaha Illallah WA Asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah (Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah Rasul Allah) ketika itu beliau melihat tulisan kalimat syahadat itu di atas Arsy Allah.Kemudian Allah berfirman: "Benar engkau hai adam.Muhammad adalah makhluk yang paing Aku cintai. Apabila kamu memohon kepada-Ku dengan hak Muhammad, maka Aku mengampunimu, dan andaikata tidak karena Muhammad maka Aku tidak menciptakanmu." (HR. al-Hakim, at-Thobroni dan al-Baihaqi).Itulah tawasaul pertama yang dilakukan dengan menggunakan wasilah(perantara)kemulian Rasulullah Muhammad.

Mari kita ucapkan sholawat kepada junjungan kita Rasulullah karena orang yang bersholawat adalah orang yang akan dekat dengan beliau di akhirat nanti Orang yang paling dekat dariku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat padaku" (HR. At-Tirmidzi).Dan juga sebagaimana sabda beliau  bahwa kita akan dikumpulkan bersama orang yang kita cintai “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang keadaan seseorang yang mencintai suatu kaum yang hidup pada zaman sebelumnya. Rasulullah sholallahu 'alahi wasallam bersabda : “Seseorang akan dikumpulkan bersama dengan yang dicintai”. (HR. Bukhori).Perbanyak sholawat,lantunkan pujian selalu ingat pada beliau maka itu akan menghantarkan kita untuk lebih mudah mengerjakan sunnahnya dan menjadikan kita akan diingat oleh beliau baginda rasulullah Sholallahu alaihi wa ala alihi washohbihi wasalam di akhirat kelak.Amin ya robbal alamin